neverland blog

Jumat, 16 September 2016

NASKAH PUBLIKASI (ABSTRAK)

Hanya ingin mengenang betapa penuh perjuangannya tugas akhir dan akhirnya tanggal 16 September 2015 aku biasa wisuda.  ini hanya secuil kerja keras dari tugas akhir. semoga bermanfaat :D



Efek Jus Tomat (Lycopersicum esculentum) Terhadap Aktivitas Enzim Alanine Aminotransferase pada
Tikus Putih (Rattus norvegicus)
 yang Diinduksi Parasetamol



ABSTRAK

Tomat merupakan salah satu buah yang mengandung antioksidan berupa likopen. Likopen dapat melindungi organ hati dari kematian sel (nekrosis) hati akibat paparan parasetamol yang ditandai dengan peningkatan aktivitas enzim Alanin aminotransferase (ALT). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai dosis jus tomat (Lycopersicum esculentum)terhadap aktivitas Alanin aminotransferase (ALT) pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi parasetamol.
Penelitian ini merupakan jenis eksperimental dengan desain Pre and Post Test Only Control Group, dengan menggunakan tikus putih sebagai hewan uji. Dua puluh empat ekor tikus putih dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu satu kelompok kontrol diberi BR II selama 7 hari dan pada hari ke 8 diinduksi Parasetamol 100 mg/200gr BB. Kelompok perlakuan I, II, dan III diberi BR II, jus tomat (0,84;1,7;2,52 gr/200gr BB) selama 7 hari dan pada hari ke 8 diinduksi Parasetamol 100 mg/200gr BB . Pengambilan sampel darah dilakukan di sinus orbitalis pada hari pertama dan pada hari ke 9 untuk mengetahui perbedaan  aktivitas enzim ALT sebelum dan setelah diinduksi parasetamol. Data dianalisis secara deskriptif dengan tabel dan grafik, juga secara statistika dengan uji Anova One Way.
 Rerata peningkatan aktivitas enzim ALT pada kelompok kontrol, perlakuan I, perlakuan II, dan perlakuan III adalah 8,17, 6,15, 3,48, dan 0,81 IU/l. Hasil uji statistik Anova satu arah  adalah 0,000 < 0,05 menunjukkan perbedaan yang signifikan pada semua kelompok perlakuan. Hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa semakin banyak pemberian jus tomat maka peningkatan aktivitas enzim ALT semakin menurun.Aktivitas enzim ALT pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi parasetamol dan pemberian jus tomat (Lycopersicum esculentum) lebih rendah dibanding dengan yang tidak diberi jus tomat (Lycopersicum esculentum).

Kata Kunci: Tomat (Lycopersicum esculentum), Alanin aminotransferase (ALT), Parasetamol.



Effect of Tomato Juice (Lycopersicum esculentum)Toward Enzyme Alanine Aminotransferase Activities in White Rats (Rattus norvegicus) Induced by Paracetamol


ABSTRACT

Tomato isone of the fruitsthat containantioxidants such aslycopene. Lycopenecan protectthe liverfromcell death(necrosis) of the liver due to exposure toparacetamolwhich characteriz byincreasing activity ofthe enzymeAlanineaminotransferase(ALT). The research purposed todetermine the effect ofvariousdoses tomato juice(Lycopersicumesculentum) against alanineaminotransferase(ALT) activities in white rats(Rattusnorvegicus) induced byparacetamol.
This research was anexperimentalstudydesign withPreand PostTest OnlyControlGroup, using white ratsasexperimental animals. Twentyfour white ratswere dividedinto 4groups, which onethecontrol groupwere givenBRIIfor 7daysandon 8thdayinducedParacetamol100mg/200grBB. GroupI,II, andIIIwere givenBRII, tomato juice (0.84; 1.7; 2.52gr/200grBB) for 7daysandon 8thdayinducedParacetamol100mg/200grBB.The blood samplingwas performedon theorbitalsinuson 1st dayandon 9thdayto determine the difference enzymeALTactivity beforeandafterinducedparacetamol. Data were analyzed descriptivelywithtablesandgraphs, it alsoanalyzed statisticallyby AnovaOne Way.
The averagesincrease in activity ofenzymeALTin the control group, group I,groupII, groupIIIwere8.17, 6.15, 3.48, and0.81IU/l. The result ofOneWayANOVAstatistical testwas0.000<0.05 indicates significant differences inall treatment groups. Theresults had showed that moregivingtomato juicedecreasedactivity of the enzymeALT. Enzyme ALTactivityin white rats(Rattusnorvegicus) wereinduced byparacetamolandgivingtomato juice(Lycopersicumesculentum)  lowerthannotgiving thetomatojuice (Lycopersicumesculentum).

Keywords: Tomato (Lycopersicum esculentum), Alanin aminotransferase (ALT), Paracetamol.



1.       PENDAHULUAN
Tomat merupakan salah satu bahan serbaguna di antara bahan makanan yang lain. Tomat mengandung semua vitamin antioksidan antara lain, vitamin A, C, dan E [1]. Selain itu terdapat asam askorbat dan potasium yang terdapat didalamnya [2].
  Tomat yang berwarna merah mengandung banyak likopen. Likopen merupakan antioksidan yang kuat diantara antioksidan lain. Tomat mentah memiliki 1/5 kandungan likopen dari tomat matang. Likopen mengendalikan radikal bebas 100 kali lebih efisien dan 12.500 kali lebih efektif daripada glutation. Berbeda dengan vitamin C yang akan berkurang apabila dimasak, likopen akan semakin kaya pada bahan makanan setelah dimasak atau disimpan pada waktu tertentu. Selain itu, likopen tidak larut dalam air dan terikat kuat dalam serat, sehingga aktivitas likopen dalam jus tomat lima kali lebih banyak daripada tomat segar [2]. Kandungan likopen (mikrogram/100 gram) dalam jus tomat sebanyak 5000-11600 [3]. Parasetamol adalah senyawa yang dapat menimbulkan kerusakan pada hati. Parasetamol adalah analgesik yang amandan efektifbila digunakanpada tingkatterapeutik. Overdosisdapatmenyebabkanhepatotoksisitas beratpada hewan percobaandanpada manusia[4]. Pada dosis terapi, 5-15 % obat ini umumnya dikonversi oleh enzim sitokrom P450 di hati menjadi metabolik reaktifnya yang disebut N-acetyl-p-benzoquinonemine (NAPQI).N-acetyl-p-benzoquinonemine (NAPQI) berperan sebagai radikal bebas yang memiliki lama hidup yang sangat singkat. Dalam keadaan normal NAPQI akan didetoksifikasi secara cepat oleh enzim glutation dari hati, sedangkan pada paparan parasetamol dosis toksik, jumlah dan kecepatan pembentukan NAPQI melebihi kapasitas hati untuk mengisi ulang cadangan glutation yang diperlukan, sehingga menyebabkan kerusakan intraseluler diikuti nekrosis (kematian sel) hati [5].
Kerusakan sel – sel hati dicerminkan dengan adanya peningkatan enzim – enzim pada hati. Enzim – enzim ini merupakan indikator yang sensitif terhadap adanya kerusakan sel hati dan sangat membantu dalam mengenali adanya penyakit pada hati yang bersifat akut [6]. Salah satunya adalah Alanine aminotransferase (ALT) yang merupakan enzim dengan spesifitas relatif tinggi untuk kerusakan hati [7].  Alanine aminotransferase (ALT) banyak terdapat dalam sel – sel jaringan tubuh dan sumber utamanya adalah sel – sel hati. Kenaikan aktivitas ALT dalam serum disebabkan oleh sel – sel yang kaya akan ALT  mengalami nekrosis sehingga enzim tersebut masuk kedalam peredaran darah [8].

2.       METODE
Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen murni. Peneliti mengadakan perlakuan terhadap subyek penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hasil perubahan setelah diberi perlakuan. Subyek penelitian yaitu hewan tikus putih jantan. Tikus putih diambil darahnya, diperiksa aktivitas ALT (pre test), diberi jus buah tomat berbagai dosis dan diberikan parasetamol 100 mg/200gr BB, kemudian diambil darahnya serta diperiksa aktivitas ALT (post test). 

3.       HASIL DAN PEMBAHASAN
Data yang diperoleh dari penelitian diukur selisih rata-rata aktivitas enzim ALT sebelum dan sesudah perlakuan serta prosentase peningkatan aktivitas enzim ALT.
Tabel 1. Rata – rata aktivitas enzim ALT pada serum Tikus putih
Kelompok
Rata-rata aktivitas enzim ALT
Rata-
rata aktivitas enzim ALT
Pre test
Post test
Kontrol positif
18,85
27,03
Pelakuan I
18,85
25,00
Pelakuan II
18,53
22,01
Pelakuan III
18,69
19,50

Tabel 1 menunjukan bahwa kontrol pada pre test dan post testmempunyai rata-rata aktivitas enzim ALT 18,85 dan 27,03 IU/L. Kelompok kontrol mengalami peningkatan enzim ALT tertinggi. Kelompok perlakuan I dengan pemberian jus tomat sebanyak 0,84 gr/200gr BB pada pre test dan post test mempunyai rata – rata aktivitas enzim sebesar 18,85 dan 25,00 IU/L. Kelompok perlakuan II dengan pemberian jus tomat sebanyak 1,7 gr/200gr BB pada pre test dan post test mempunyai rata – rata aktivitas enzim sebesar 18,53 dan 22,01 IU/L. Kelompok perlakuan III dengan pemberian jus tomat sebanyak 2,52 gr/200gr BB pada pre test dan post test mempunyai rata – rata aktivitas enzim sebesar 18,69 dan 19,50 IU/L.
Kelompok perlakuan dengan pemberian jus tomat sebesar 0,84, 1,7 dan 2,52 gr/200gr BB menunjukan semakin besar pemberian dosis jus tomat maka aktivitas enzim ALT semakin menurun. Aktivitas enzim ALT  dari analisis deskriptif dapat diketahui kelompok yang mempunyai rerata terendah dan tertinggi, seperti pada gambar 1 :
 
Gambar 1. Grafik rerata aktivitas enzim ALT tikus putih sebelum perlakuan (pre test) dan sesudah perlakuan (post test).

Grafik rerata pada gambar 1 menujukan bahwa aktivitas enzim ALT pada pre test cenderung stabil, karena tikus putih yang digunakan sebagai hewan uji sehat. Aktivitas enzim ALT pada post test menunjukan penurunan dari kontrol hingga perlakuan III, maka semakin banyak pemberian jus tomat, aktivitas enzim ALT pada serum tikus putih semakin berkurang.
Hepatoksisitas akibat parasetamol disebabkan karena adanya metabolit reaktif yang disebut N-acetyl-p-benzoquinonemine (NAPQI). Proses ini disebut aktivasi metabolik, dan NAPQI berperan sebagai radikal bebas yang memiliki lama hidup yang sangat singkat. Dalam keadaan normal NAPQI akan didetoksikasi secara cepat oleh enzim glutation dari hati. Apabila pembentukan NAPQI melebihi kapasitas hati untuk mengisi cadangan glutation yang diperlukan , maka NAPQI akan menyebabkan nekrosis (kematian sel) [5]. Pemberian parasetamol dengan dosis 100 mg/200gr BB pada tikus putih mengakibatkan efek toksik pada hati ditandai dengan peningkatan aktivitas enzim ALT, berdasarkan Tabel 1, terlihat bahwa terjadi peningkatan aktivitas enzim ALT secara signifikan pada masing – masing kelompok perlakuan. Pengaruh pemberian jus tomat dapat dilihat dari peningkatan aktivitas enzim ALT (Tabel 1) yang semakin menurun apabila dibandingkan dengan kontrol. Hal ini berarti semakin besar penurunan aktivitas enzim ALT  maka semakin baik pula efek hepatorotektif yang dimiliki oleh jus tomat dalam hal ini dalah likopen. Data tersebut didukung dengan penelitian sebelumnya yaitu Risha Maysara dan Sapto Yuliani, 2011 yang menyebutkan bahwa aktivitas enzim ALT setelah diinduksi parasetamol 3 gr/kgBB dengan adanya peningkatan pemberian  dosis likopen akan menurunkan nilai aktivitas enzim ALT, sehingga kemungkinan besar mampu memberikan efek hepatoprotektif apabila dosis pemberian likopen semakin meningkat. Walaupun dalam penelitian ini  dosis yang digunakan (15 µg/kg BB dan 30 µg/kg BB) belum dapat menurunkan aktivitas enzim ALT serum dibawah aktivitas pada kelompok yang hanya diberi parasetamol saja [9].Penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian Firdaus Bahreisy tentang pengaruh pemberian fraksi non polar tomat sebagai hepatoproktetor dengan parameter kadar ALT - AST  yang diinduksi parasetamol yang menyatakan bahwa pemberian fraksi non polar tomat dengan dosis yang meningkat (0,5 mg/kgBB, 2 mg/kgBB,4 mg/kgBB,8 mg/kgBB, 16 mg/kgBB) dapat meningkatkan kadar ALT – AST [10].
Tomat (Solanum lycopersicum) merupakan bahan alami yang banyak dikenal dan dikonsumsi masyarakat. Salah satu zat yang terandung dalam tomat yaitu likopen. Likopen adalah suatu senyawa karotenoid dengan aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Dibandingkan senyawa karotenoid yang lain, likopen diketahui berfungsi sebagai antioksidan dan dapat mencegah kerusakan yang disebabkan radikal bebas [11]. Tomat yang diolah menjadi jus tomat mengandung aktivitas likopen lebih tinggi dibanding dengan tomat yang tidak diolah [12]. Pada penelitian ini dapat dilihat bahwa likopen yang terdapat dalam jus tomat efektif menurunkan aktivitas enzim ALT yang meningkat akibat nekrosis (kematian sel) hati. Hal tersebut terbukti dengan penelitian sebelumnya yaitu Eka Sari Tappi, dkk., 2013 yang menyebutkan bahwa  regenerasi hati yang diberikan jus tomat jelas berbeda dengan regenerasi hati secara fisiologis, pada tikus putih dengan pemberian jus tomat terjadi regenerasi pada hampir seluruh sel-sel hati [13].
Pemeriksaan aktivitas enzim ALT sebelum diinduksi parasetamol (pre test) menunjukan hasil yang stabil, dengan rata-rata 18,73 IU/L. Angka ini dapat diartikan aktivitas enzim ALT tikus putih normal adalah 18,73 IU/L. Kelompok perlakuan I dengan pemberian jus tomat sebesar 0,84 gr/200gr BB diperoleh rata – rata aktivitas enzim ALT 6,15 IU/L. Kelompok perlakuan II dengan pemberian jus tomat sebesar 1,7 gr/200gr BB diperoleh rata – rata aktivitas enzim ALT 3,48 IU/L. Kelompok perlakuan III dengan pemberian jus tomat sebesar 2,52 gr/200gr BB diperoleh rata – rata aktivitas enzim ALT 0,81 IU/L, sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh rata-rata aktivitas enzim ALT 8,17 IU/L. Bila dibandingkan dengan kelompok kontrol yang hanya diberi parasetamol saja, kelompok perlakuan I,II dan III sudah dapat memberikan efek hepatoprotektor karena mampu menurunkan aktivitas enzim ALT dibawah aktivitas dari kelompok kontrol.
Pemberian jus tomat mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap penurunan aktivitas enzim ALT, hal tersebut ditunjukan pada uji regresi linear untuk R kuadrat sebesar 0,929 yang bermakna 92,9% penurunan aktivitas enzim ALT karena pemberian jus tomat sedangkan 7,1% dipengaruhi faktor lain. Faktor lain yang dapat mempengaruhi penurunan aktivitas enzim ALT pada serum tikus putih adalah kemampuan fungsi hati sebagai detoksifikasi yang dilakukan oleh enzim hati untuk menetralisir zat yang berbahaya menjadi tidak aktif, kemampuan meregenerasi sel-sel hati yang rusak dengan cepat, dan pemipetan serum tikus putih yang kurang tepat juga menjadi faktor yang dapat mempengaruhi penurunan aktivitas enzim ALT.

KESIMPULAN
1.   Aktivitas enzim ALT sebelum dan sesudah perlakuan dengan pemberian jus tomat dan parasetamol adalah 18,73 IU/l dan 23,39 IU/l.
2.   Ada pengaruh berbagai  jus tomat (Lycopersicum esculentum) terhadap aktivitas enzim alanine aminotransferase (ALT) pada tikus putih (rattus norvegicus) yang diinduksi parasetamol.

SARAN
1.   Perlu dilakukan penelitian terhadap histopatologis hati untuk mengetahui kerusakan sel hati secara lebih jelas.
2.   Tomat dapat dipertimbangkan sebagai asupan antioksidan untuk gangguan fungsi hati akibat radikal bebas.

DAFTAR PUSTAKA
[1]   Selby, A. 2012. Makanan Berkhasiat. Jakarta : ESENSI.
[2]   Rizki, F. 2013. The Miracle of Vegetables. Jakarta : AgroMedia Pustaka.
[3]   Astawan, M. 2008. Khasiat Warna-Warni Makanan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
[4]   Jaeschke, H., Tamara, R.K., Mary, L.B. 2003. The Role of Oxidant Stress and Reactive Nitrogen Species in Acetaminophen Hepatotoxicity. Toxicology Letters. USA : University of Arizona.
[5]   Ikawati, Z. 2010. Cerdas Mengenali Obat. Yogyakarta : Kanisius.
[6]   Sari, W., Lili, I., Oei, G.D. 2008. Care Yourself, Hepatitis. Jakarta : Penebar Plus.
[7]   Sacher, R.A. dan McPherson, R.A. 2000. Tinjauan Klinis Hasil Pemeriksaan, Laboratorium. Jakarta : EGC.
[8]   Husadha, Y. 1996. Fisiologi dan Pemeriksaan Hati. Dalam : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid I. Edisi ketiga. Jakarta :Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
[9]   Maysara, R. dan Yuliani, S. 2011. Efek Likopen Terhadap Tikus Putih Galur Sprague Dawley (SD) yang Diinduksi Parasetamol dengan Melihat Aktivitas SGPT dalam Darah. Jurnal Ilmiah Kefarmasian. Yogyakarta : Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan.
[10] Bahreisy, F. 2011. Pengaruh Pemberian Fraksi Non Polar Tomat (Lycopersicum esculentum) sebagai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar