neverland blog

Kamis, 06 Februari 2014

IDENTIFIKASI KATION GOLONGAN IV



              I.          Hari, tanggal
Rabu, 8 Mei 2013

           II.          Tujuan
Mengidentifikasi dan membedakan reaksi-reaksi kation golongan IV.

        III.          Dasar Teori
Kation-kation golongan keempat, tidak bereaksi dengan asam klorida, hidrogen sulfida ataupun amonium sulfida; tetapi amonium karbonat (jika ada amonia atau ion amonium dalam jumlah yang sedang) membentuk endapan-endapan putih. Uji ini harus dijalankan dalam larutan netral atau basa. Jika tak ada amonia atau ion amonium, magnesium juga akan mengendap. Endapan-endapan putih yang terbentuk dengan reagensia golongan adalah barium karbonat BaCO3, strontium karbonat SrCO3, dan kalsium karbonat CaCO3 .
Barium adalah logam putih perak, dapat ditempa dan liat, yang stabil dalam udara kering. Barium bereaksi dengan air dalam udara yang lembab, membentuk oksida atau hidroksida. Barium melebur pada 710oC. Logam ini bereaksi dengan air pada suhu ruang, membentuk barium hidroksida dan hydrogen.
Ba + H2O → Ba2+ + H2↑ + 2OH-
Asam encer melarutkan barium dengan mudah dengan mengeluarkan hidrogen.
Ba + 2H+ → Ba2+ + H2
Barium adalah bivalen dalam garam-garamnya, membentuk kation barium (II), Ba2+. Klorida dan nitratnya larut, tetapi dengan menambahkan asam klorida pekat atau asam nitrat pekat kepada larutan barium, barium klorida atau nitrat mungkin mengedap sebagai akibat hukum kegiatan massa.
Strontium adalah logam putih-perak, yang dapat ditempa dan liat. Strontium melebur pada 771oC. Sifat-sifatnya serupa dengan sifat-sifat barium.
Kalsium adalah logam putih perak, yang agak lunak. Ia melebur pada 845oC. Ia terserang oleh oksigen atmosfer dan udara lembab; pada reaksi ini terbentuk kalsium oksida dan/atau kalsium hidroksida. Kalsium menguraikan air dengan membentuk kalsium hidroksida dan hidrogen.
Kalsium membentuk kation kalsium (II), Ca2+, dalam larutan-larutan air. Garam-garamnya biasanya berupa bubuk putih dan membentuk larutan yang tidak berwarna, kecuali bila anionnya berwarna. Kalsium klorida dan kalsium nitrat larut dengan mudah dalam etanol atau dalam campuran 1:1 dari etanol bebas air dan dietil eter.

        IV.          Alat dan Bahan
A.      Alat
1.        Pipet tetes
2.        Tabung reaksi
3.        Rak
4.        Mikroskop
5.        Objek glasS
B.       Bahan

1
Sampel uji Ba2+ dari BaCl2
2
Sampel uji Sr2+ dari SrCl2
3
Sampel uji Ca2+ dari CaCl2
4
NH4CO3
5
NH4C2O2
6
CaSO4
7
K2CrO4
8
Na Rodizonat
9
K4Fe(CN)6
10
H2SO4



           V.          Cara Kerja, Hasil, Pembahasan

A.      Identifikasi Ba2+
No
Pereaksi
Reaksi
Acuan
Hasil
Pembahasan
1
NH4CO3

Ba2++CO32+            BaCO3
putih
putih
Tak terjadi endapan karena kelarutannya relative tinggi. Jika larutan yang basa terkena udara, sedikit karbon dioksida akan terserap dan terjadi kekeruhan yang ditimbulkan oleh barium karbonat

NH4C2O2

Ba2++(COO)22-                Ba(COO)2
putih
putih
Membentuk endapan putih
2
CaSO4 jenuh


Ba2++SO42+           BaSO4
putih
putih
Barium sulfat adalah alkali yang paling sedikit larut disbanding 3 yang lain. Konsentrasi oon sulfat yang tinggi menghasilkan endapan barium yang banyak.
3
K2CrO4
Ba2++CrO43-              BaCrO4
kuning
kuning
Endapan tak larut dalam asam asetat tetapi larut dengan mudah dalam asam mineral
4
Na Rodizonat
CO—CO—CON2
  CO—CO—CO2
Noda coklat
Noda coklat
Endapan adalah garam barium dan asam rodizonat dalam larutan netral.
5
H2SO4

Ba2++SO42+          BaSO4
         Putih
Putih
Hamper tak larut dalam asam encer dan ammonium encer

B.       Identifikasi Sr2+
No
Pereaksi
Reaksi
Acuan
Hasil
Pembahasan
1
NH4CO3

Sr2++CO32+          SrCO3
putih
putih
Stronsium karbonat agak kurang larut disbanding barium karbonat

NH4C2O2
Sr2++(COOH)22-                Sr(COO)2
putih
putih
Hanya sedikit larut
2
CaSO4 jenuh


Sr2++SO42+          SrSO4
 putih pelan
   putih pelan
Endapat terbentuk lambat dalam keadaan dingin.
3
K2CrO4

Sr2++CrO43-              SrCrO4
kuning
kuning
Endapan laut agak banyak dalam air, maka tak terjadi endapan dalam larutan stronsium yang encer. Endapan larut dalam asam asetat dan larutan asam mineral karena terbentuk di kromat
4
Na Rodizonat
CO—CO—CON2
  CO—CO—CO2
Coklat-kemerahan
Coklat-kemerahan
Endapat terbentuk dalam larutan netral
5
H2SO4

Sr2++SO42+          SrSO4
         Putih
Putih
Tidak larut, sempurna diubah menjadi karbonat

C.       Identifikasi Ca2+
No
Pereaksi
Reaksi
Acuan
Hasil
Pembahasan
1
NH4CO3

Ca2++CO32+          CaCO3
putih
putih
Endapat larut dalam air yang mengandung asam karbonat berlebih

NH4C2O2
Ca2++(COOH)22-                  Ca(COO)2
putih
putih
Reaksi antara Ca2+ dengan NH4C2O2 menghasilkan endapan putih
2
CaSO4 jenuh

Ca2++SO42+          CaSO4
tak mengendap
tak mengendap
Sifat kelarutannya berbeda dengan stronsium dan barium.
3
K2CrO4
Ca2++CrO43-              CaCrO4
kuning
 jika pekat
kuning
 jika pekat
Tak larut dalam  larutan pekat dengan adanya asam asetat
4
K4Fe(CN)6

Ca2++2K+ + [Fe(CN)6]4-         K2Ca[Fe(CN)6]
putih
Agak kuning
Membedakan sifat kelarutan dengan stronsium.
Namun pada percobaan menunjukan warna sedikit kuning bukan endapan putih.
5
H2SO4

Ca2++SO42+          CaSO4
Putih  
(alcohol)
Putih  
(alcohol)
Larut cukup dalam air, dengan  adanya etanol, kelarutan menjadi lebih sedikit.


        VI.          Kesimpulan
          Dari percobaan kation golongan IV diatas dapat diidentifikasi spesi-spesi dari sampel sesuai jenis dan sifatnya. Golongan IV tersebut adalah Ba2+,Sr2+,dan Ca2+ . Walaupun pada percobaan masih terdapat hasil yang tidak sesuai seperti pada identifikasi Sr2+ dengan K4Fe(CN)6 yang seharusnya terbentuk endapan putih tetapi hasil percobaan menunjukan warna sedikit kuning, hal tersebut dapat terjadi karena faktor ketidak telitian.

     VII.          Daftar Pustaka
Svehla,G.Vogel: Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan    Semimikro.Jakarta:PT.Kalman Media Pusaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar