neverland blog

Selasa, 28 Januari 2014

IDENTIFIKASI GOLONGAN II A



              I.          Hari, tanggal
Rabu, 3 April 2013

           II.          Tujuan
A.      Dapat mengidentifikasi golongan IIA yaitu Cu,Cd,Pb,Bi,Hg2+
B.       Untuk mengetahui cara melakukan uji reaksi kation golongan II dengan tepat.
C.       Mengidentifikasi warna endapan yang dihasilkan oleh kation golongan II apabila direaksikan dengan reagen spesifik.

        III.          Dasar Teori
Analisa kualitatif mempunyai arti mendeteksi keberadaan suatu unsur kimia dalam cuplikan yang tidak diketahui. Analisa kualitatif merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mempelajari kimia dan unsur-unsur serta ion-ionnya dalam larutan. Dalam metode analisis kualitatif kita menggunakan beberapa pereaksi diantaranya pereaksi golongan dan pereaksi spesifik, kedua pereaksi ini dilakukan untuk mengetahui jenis anion / kation suatu larutan. Metode dalam melakukan analisis kualitatif ini dilakukan secara konvensional, yaitu memakai cara visual yang berdasarkan kelarutan.
Regensia golongan yang dipakai untuk klasifikasi kation yang paling umum adalah asam klorida, hidrogen sulfida, ammonium sulfida, dan amonium karbonat.
Pengujian kelarutan dilakukan pertama-tama dengan mengelompokkan ion-ion yang mempunyai kemiripan sifat. Pengelompokkan dilakukan dalam bentuk pengendapan dimana penambahan pereaksi tertentu mampu mengendapkan sekelompok ion-ion.
Cara ini menghasilkan 6 kelompok yang namanya disesuaikan dengan pereaksi pengendap yang digunakan untuk mengendapkan kelompok ion tersebut.
Kelompok ion-ion tersebut adalah: golongan klorida (I), golongan sulfide (II), golongan hidroksida (III), golongan sulfide (IV), golongan karbonat (V), dan golongan sisa (VI).
Kation golongan ini tidak bereaksi dengan asam klorida tetapi membentuk endapan dengan hidrogen sulfide dalam suasana asam mineral encer. Ion ion golongan ini adalah raksa 2 (merkuri,Hg), tembaga(Cu), bismuth (Bi), cadmium (cd), dan Pb.
Golongan II disebut juga golongan sulfide. Reagensia golongan ini adalah hydrogen sulfide (H2S) dengan konsentrasi ion sulfide dikontrol dengan mengatur konsentrasi H+ (dalam suasana asam). Reaksi dalam golongan ini menyebabkan endapan-endapan dengan berbagai warna. Berikut ini adalah ion-ion golongan II, beserta warna endapan-endapan yang ditmbulkan.
Nama ion beserta warna endapan
HgS Hitam
PbS Hitam
CuS Hitam
CdS Kuning
Bi2S3 Coklat
As2S3 Kuning
Sb2S3 Kuning
Sb2S5 Jingga
SnS Coklat
SnS2 kuning
Klasifikasi ini didasarkan atas apakah suatu kation bereaksi dengan reagensia-reagensia ini dengan membentuk endapan atau tidak. Sedangkan metode yang digunakan dalam anion tidak sesistematik kation. Namun skema yang digunakan bukanlah skema yang kaku, karena anion termasuk dalam lebih dari satu golongan.
Kation Golongan II memilki ciri-ciri yaitu kation golongan ini bereaksi dengan asam klorida, tetapi membentuk endapan dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam mineral encer. Ion golongan ini adalah Hg, Bi, Cu, Cd, As, Sb, Sn.

        IV.          Alat dan Bahan
A.      Alat
1.    Tabung reaksi.
2.    Rak tabung.
3.    pipet tetes.
4.    kertas saring.
5.    Plat tetes


B.   Bahan

1.        KI 5 %
2.        NaOH 2N
3.        NH4OH 2N
4.        Air Aquades
5.        Thio Urea* 10%
6.        NHO3 2N
7.        Na2[Sn(OH)4]
8.        SnCl2 dalam HCl 2,5N
9.        Fe (kawat besi)
10.    K4Fe(CN)6* 0,025M
11.    Asam asetat encer
12.    Asam Rubianat** 0,5%
  dalam etanol 95%
13.    Montesqui* 1%
14.    Zn.asetat 1%
15.    Fe(SCN)3 0,05M
16.    Na2S2O3 0,5M
17.    KCNS 0,1M
18.    Dinitro-p-diphenyl
       carbanzide** 0,1%
       dalam etanol.
19.    NaOH 2M
20.    KCN 10%
21.    Formaldehyde 40%
Bahan Uji
1.    Bi3+
2.    Cu2+
3.    Cd2+


           V.          Cara Kerja
A.      Menggunakan reagen KI 5%.
1.        Menyiapkan 3 tabung reaksi.
2.        Meneteskan masing-masing tabung reaksi dengan bahan uji seperti Bi3+ , Cu2+  , Cd2+  dengan reagen  tetes demi tetes sampai terbentuk endapan. Jika berlebihan tambahkan lagi reagen berlebihan.
3.        Amati dan catat hasil perubahan.
B.       Menggunakan reagen NaOH 2N.
1.        Menyiapkan 3 tabung reaksi.
2.        Meneteskan masing-masing tabung reaksi dengan bahan uji seperti Bi3+ , Cu2+  , Cd2+  dengan reagen  tetes demi tetes sampai terbentuk endapan. jika berlebihan tambahkan lagi reagen berlebihan.
3.        Amati dan catat hasil perubahan.
C.       Menggunakan reagen NH4OH 2N.
1.        Menyiapkan 3 tabung reaksi.
2.        Meneteskan masing-masing tabung reaksi dengan bahan uji seperti Bi3+ , Cu2+  , Cd2+  dengan reagen  tetes demi tetes sampai terbentuk endapan. jika berlebihan tambahkan lagi reagen berlebihan.
3.        Amati dan catat hasil perubahan.
D.      Menggunakan Air Aquades
1.        Menyiapkan 3 tabung reaksi.
2.        Meneteskan masing-masing tabung reaksi dengan bahan uji seperti Bi3+ , Cu2+  , Cd2+  dengan reagen  tetes demi tetes sampai terbentuk endapan.
3.        Amati dan catat hasil perubahan.
E.       Menggunakan reagen Thio Urea** 10%.
1.        menyiapkan 3 kertas saring.
2.        Meneteskan masing-masing tabung reaksi dengan bahan uji seperti Bi3+ , Cu2+  , Cd2+ sebanyak 1 tetes, 1 tetes HNO3 2N dan 1 tetes Thio Urea 10%.
3.        Amati dan catat hasil perubahan.
F.        Menggunakan reagen Na2[Sn(OH)4]
1.        Menyiapkan 3 tabung reaksi.
2.        Meneteskan pada masing-masing tabung reaksi dengan 2 tetes SnCl2 5% dalam HCl 2,5N dan tambahkan NaOH 2N hingga larut, juga tambahkan bahan uji (Bi3+ , Cu2+  , Cd2+ ) sebanyak 2 tetes.
3.        Amati dan catat hasil perubahan.
G.      Menggunakan Fe (kawat besi).
1.        menyiapkan 3 tabung reaksi.
2.        Meneteskan masing-masing tabung reaksi dengan bahan uji seperti Bi3+ , Cu2+  , Cd2+ secukupnya, dan masukkan potongan kawat besi pada masing-masing bahan uji.
3.        Amati dan catat hasil perubahan.
H.      Menggunakan reagen K4Fe(CN)6* 0,025M suasana netral/asam.
1.        Menyiapkan 3 tabung reaksi.
2.        Meneteskan masing-masing tabung reaksi dengan bahan uji seperti Bi3+ , Cu2+  , Cd2+ sebanyak 2 tetes , ditambahkan 2 tetes asam asetat encer dan 2 tetes reagen.
3.        Amati dan catat hasil perubahan.
I.         Menggunakan reagen Asam Rubianat** 0,5% dalam etanol 95%.
1.        Menyiapkan 3 kertas saring.
2.        Meneteskan masing-masing kertas saring dengan bahan uji seperti Bi3+ , Cu2+  , Cd2+ sebanyak 1 tetes pada kertas saring dan taruh diatas uap ammonia,juga tambahkan 1 tetes reagen.
3.        Amati dan catat hasil perubahan.
J.         Menggunakan reagen Montesqui* 1%.
1.        Menyiapkan 3 tabung reaksi.
2.        Meneteskan masing-masing tabung reaksi dengan bahan uji seperti Bi3+ , Cu2+  , Cd2+ sebanyak 2 tetes, tambahkan 2 tetes  asam asetat encer,1 tetes Zn.asetat 1% dan tambahkan reagen.
3.        Amati dan catat hasil perubahan.
K.      Menggunakan Uji Katalik .
1.        Siapkan plat tetes.
2.        Blangko : 1 tetes aquades ditambhkan 1 tetes Fe(SCN)3 0,05M ,dan tambhkan Na2S2O3 0,5M.
3.        Uji : 1 tetes bahan (Bi3+ , Cu2+  , Cd2+ ) ditambhkan 1 tetes Fe(SCN)3 0,05M ,dan tambhkan 3 tetes Na2S2O3 0,5M.
4.        Amati dan catat hasil perubahan.
L.       Menggunakan reagen KCNS 0,1M.
1.        Menyiapkan 3 tabung reaksi.
2.        Meneteskan masing-masing tabung reaksi dengan bahan uji seperti Bi3+ , Cu2+  , Cd2+ sebanyak 3 tetes,dan 3 tetes reagen.
3.        Amati dan catat hasil perubahan.
M.     Menggunakan reagen Dinitro-p-diphenyl carbanzide** 0,1% dalam etanol.
1.        Menyiapkan tabung reaksi
2.        Meneteskan masing-masing tabung reaksi dengan bahan uji seperti Bi3+ , Cu2+  , Cd2+ sebanyak 3 tetes, 1 tetes NaOH 2M, 1 tetes KCN 10%, 1 tetes reagen, dan  2 tetes formaldehyde 40%.
3.        Amati dan catatat hasil perubahan.




        VI.          Hasil Percobaan
No
Pereaksi
Pengamatan
Bi3+
Cu2+
Cd2+
1.
KI 5%
↓ Hitam
↓ Putih larutan coklat
Tidak mengendap
Berlebihan : larut/jingga
Berlebihan :
tidak larut

2.
NaOH 2N
Dingin: ↓ Putih
Panas: ↓ Putih kekuningan
Berlebihan: sedikit larut.
Dingin: ↓ biru
Panas: ↓ hitam
Berlebihan: tidak larut.
Dingin: ↓ putih
Panas: tidak berubah
Berlebihan: tidak larut.
3.
NH4OH 2N
↓ putih
Berlebihan: tidak berubah
↓ biru
Berlebihan: ↓ biru
tua
↓ putih
Berlebihan: larut/jernih.
4.
Air Aquades
↓ Putih
-
-
5.
Thio Urea** 10%
↓ Kuning

Bening

Bening
6.
Na2[Sn(OH)4]
-
Biru Muda
Putih susu
7.
Fe (kawat besi)
Kawat hancur
↓ merah
Larutan biru
-
8.
K4Fe(CN)6* 0,025M
↓ kuning
↓ merah coklat
↓ putih susu
9.
Asam Rubianat** 0,5%
-
Noda hitam
Noda kuning
10.
Montesqui* 1%
↓ putih
↓ hijau
-
11.
Uji katalik
↓coklat kekuningan
Biru hilang cepat
↓ merah bata
Bening

12.
KCNS 0,1 M
Reagen berlebih ↓putih
Biru menjadi hijau
Tidak berubah
13.
Dinitro-p-diphenyl carbanzide** 0,1%
dalam etanol.
↓ putih
Putih kebiruan
↓ putih

     VII.          Pembahasan
Analisa kualitatif adalah suatu analisa yang bertujuan untuk mengetahui keberadaan zat tertentu dalam sample. Dalam praktikum kali ini dilakukan suatu analisa kualitatif terhadap zat-zat anorganik di mana dilakukan uji terhadap sampel-sampel berupa garam-garam yang akan diidentifikasi. Jenis kationnya melalui serangkaian uji, yaitu uji organoleptis, uji golongan, dan uji spesifik untuk menetukan kationnya. Percobaan yang dilakukan dalam praktikum kimia analitik kali adalah uji kation. Percobaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kation yang terdapat dalam suatu sampel melalui uji spesifik. Namun pada saat melakukan percobaan terjadi kesalahan dalam menentukan jenis kationnya. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahun tentang percobaan ini. Kesalahan pada percobaan identifikasi kation golongan II A ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
1.    Kesalahan personil dan operasi
Kesalahan yang disebabkan oleh cara pelaksanaan analisis dan analisis (persona) dan bukan karena metode, sedangkan kesalah operasi umumnya bersifat fisik.
2.    Kesalahan metode
Kesalahan ini disebabkan oleh cara pengambilan sampel dan kesalah akibat reaksi kimia yang tidak sempurna.
3.    Konsentrasi reagen terlalu pekat, sehingga menimbulkan hasil yang tidak diinginkan.
4.    Reagen-reagen yang dibuat tidak sesuai dengan prosedur sehingga hasilnya tidak tepat.

  VIII.          Kesimpulan
Dari data percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat data pengamatan yang tidak sesuai dengan data acuan, hal tersebut dapat disebabkan karena faktor-faktor sebagai berikut, kesalahan personil dan operasi, kesalahan metode, konsentrasi reagen terlalu pekat, sehingga menimbulkan hasil yang tidak diinginkan, dan reagen-reagen yang dibuat tidak sesuai dengan prosedur sehingga hasilnya tidak tepat.

        IX.          Daftar Pustaka
·           SVEHLA G.1985.Vogel Bagian Satu Buku Teks Analisis Anorganik Kulitatif Makro dan Semi mikro edisi ke lima.Jakarta: PT. Kalman Media Pustaka.
·           SVEHLA G.1985.Vogel Bagian Dua Buku Teks Analisis Anorganik Kulitatif Makro dan Semi mikro edisi ke lima.Jakarta: PT. Kalman Media Pustaka.

1 komentar:

  1. Lucky Club | Bet Online, Casino & Sportsbook in India
    Bet online on Lucky luckyclub.live Club and start betting with live casino, sportsbook, poker games and other games from India! We will offer you

    BalasHapus